Gelar Workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), SMKN 1 Kalitengah Kembangkan Sekolah Pusat Keunggulan

SMKNEKA CERDAS; Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) meyakini transformasi pendidikan datang dari gerakan akar rumput dalam penguatan ekosistem yang menumbuhkan semangat gotong royong dan saling berbagi.

Inilah yang mendorong SMK Negeri 1 Kalitengah menggelar workshop dalam rangka penguatan ekosistem Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan pengembangan SMK pusat keunggulan sebagai salah satu upaya penguatan ekosistem sekolah. Acara yang dilaksanakan di Aula MWC NU Maduran selama tiga hari tersebut yakni hari Sabtu, Jum’at dan Sabtu (2, 5 dan 6 Nopember 2021) merupakan bukti SMK Negeri 1 Kalitengah serius dalam menginisiasi transformasi pendidikan.

Kepala SMK Negeri 1 Kalitengah, Supa’at, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) adalah gerakan ‘merdeka belajar’ untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Gerakan ini berupaya membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan dalam merancang sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar.

“Gerakan ini dapat terlaksana dengan maksimal apabila terjalin kerja sama yang kuat antara guru, peserta didik, serta orang tua. Melalui tiga komponen tersebut, GSM diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membangun lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif”, kata Supa’at pada sambutan pengantar.

Lebih lanjut Supa’at menjelaskan, sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sekolah diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan aspek intelektual semata bagi peserta didik. Namun aspek emosional dan spiritual juga menjadi kunci kesuksesan dalam pendidikan karakter. Hal ini berkaitan dengan aspek perilaku, sikap, cara, dan kualitas yang membedakan antar individu satu dengan lainnyaSekolah yang merupakan tempat atau sarana dalam upaya mencapai tujuan Pendidikan, haruslah mengedepankan kenyamanan, kesenangan dan kegembiraan

Workshop penguatan ekosistem sekolah menyenangkan dengan menghadirkan Instruktur Nasional Komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Zainullah, S.Pd.I., M.Pd.I, Fitriyatul Amini, S.Pd dan Adi Sastriawan, S.Pd., M.Pd. mengupas tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang cerdas dan berkarakter merupakan salah satu program prioritas pemerintah sekarang.

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan mewujudkan pendidikan yang berkualitas, khususnya di Kabupaten Lamongan. Pendidikan berkualitas yang dimaksud adalah pendidikan yang adaptif untuk mempersiapkan individu sebagai seorang perserta didik yang nantinya mampu menghadapi permasalahan kehidupan sesuai dengan jamannya.

Oleh karena itu, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) perlu hadir sebagai salah satu strategi transformasi pendidikan di Kabupaten Lamongan. GSM memiliki konsep untuk turut aktif dalam penciptaan kultur pendidikan yang adaptif dengan perubahan zaman. GSM diharapkan mampu mewujudkan penciptaan ekosistem sekolah yang kondusif dan menyenangkan. Suasana belajar yang menyenangkan merupakan wujud dari implementasi kompetensi paedagogik guru, dimana guru harus mengenal siswa secara individu sehingga diharapkan peserta didik benar-benar siap untuk memulai pembelajaran.

Berbeda dari program pelatihan lainnya, GSM ditangkap oleh peserta sebagai gerakan yang dapat memantik dorongan internal dalam melakukan perubahan. Menurut pengakuan Rukun, salah satu peserta workshop yang juga guru di SMKN 1 Kalitengah, menyebutkan materi GSM adalah the way of thinking yang harus merubah para pengajar, dan menjadi panduan melaksanakan kegiatan di sekolah.

“Saya baru paham bahwa GSM itu tidak hanya untuk anak-anak dan proses pembelajaran, tetapi untuk seluruh proses penyelenggaraan di sekolah” ujarnya. (NC)

Related posts